Bookmark and Share
VirtualBox

VirtualBox

Apa itu Virtualisasi?

Secara garis besar virtualisasi adalah menjalankan sebuah komputer imajiner dalam komputer yang lain. Teknologi ini populer akhir-akhir ini untuk tingkat server/perusahaan. Untuk pengguna rumahan, pembicaraan ini biasa mengarahkan pada suatu sistem operasi (OS guest) dijalankan pada OS (operating system/sistem operasi) yang lain (host), baik dalam bentuk windows, full-screen atau kadang-kadang dalam satu layar yang sama.

Mengapa perlu anda ingin menjalankan mesin virtual dalam komputer?

  • Anda menggunakan sebuah OS, tetapi memerlukan satu atau dua aplikasi lain yang harus dijalankan di OS lain (misal, anda menggunakan Linux, tetapi perlu memakai adobe Photoshop).
  • Ada software baru yang ingin dicoba, tetapi anda tidak ingin merubah konfigurasi OS anda saat ini.
  • Anda ingin mencoba OS lain, tetapi tidak ingin membagi harddisk anda.
  • Anda perlu server DNS, Aplikasi, dan mail, tetapi hanya ingin memakai 1 hardware, dengan masing2 konfigurasi khusus.

Ada banyak program vitualisasi, misalnya VirtualPC, VMWare, Bosch, Virtualbox, dan banyak lagi. Artikel ini akan membahas VirtualBox dari Sun Microsystem, karena saat ini VirtualBox tersedia dalam berbagai OS, seperti Linux, Mac OSX, Windows dan juga mampu menjalankan berbagai virtual OS di dalamnya.

Mendapatkan Program VirtualBox

Program VirtualBox dapat diunduh dari situs web-nya. Pengguna Linux mungkin perlu memilih virtualbox yang sesuai dengan sistem operasi-nya, 32-bit atau 64-bit.

Ikuti proses instalasinya, pengguna windows mungkin perlu instal beberapa “device software” atau “drivers, pilih “install” untuk tiap pertanyaan, tau centang “Always trust software from Sun Microsystem, Inc”.

Set Up VirtualBox.

  1. Klik “New”, anda akan ditanyakan nama sistem, Nama ini bisa dinamakan dengan bebas, tidak harus sesuai dengan nama OS.
    Membuat Mesin Virtual

    Membuat Mesin Virtual

  2. Tentukan type OS dari combo box yang tersedia. Kemudian klik “Next”.
  3. Memory menunjukkan jumlah memory yang dialokasikan untuk mesin virtual.
    Menentukan Besar Memori

    Menentukan Besar Memori


    Perhatikan jumlah memory yang sesungguhnya anda miliki, karena jika terlalu banyak akan memperlambat kerja sistem utama (host), jika terlalu sedikit akan memperlambat kerja sistem virtual (guest). Klik “Next” untuk melanjutkan.

  4. Layar berikut mengalokasikan harddisk virtual, anda dapat membuat yang baru dengan klik “new”.
    Menentukan Hard Disk Virtual

    Menentukan Hard Disk Virtual


    Pada layar berikut akan ditanyakan untuk harddisk yang dinamis (akan menyesuaikan ukuran seiring jalannya mesin virtual) atau Fixed (tidak akan berubah). Namakan image file untuk harddisk tersebut, dan tentukan juga ukurannya. File image harddisk akan dinamakan dengan ekstensi .vdi (virtual disk image)

  5. Layar terakhir menunjukkan mesin virtual sudah dapat digunakan.
    Selesai setup mesin Virtual

    Selesai setup mesin Virtual

Instalasi OS.

Salah satu kelebihan dari Mesin Virtual adalah, mampu booting dari file Image (ISO file), jadi untuk percobaan, download ISO dari Ubuntu, Puppy Linux, atau CD instalasi Windows anda.

Boot dari CD image

Boot dari CD image

Pilih mesin virtual yang akan digunakan
klik tombol settings, pilih menu CD/DVD
Sebagai contoh, digunakan Ubuntu 8.04 iso image, klik “OK”
Pada menu Utama klik “Start”. Proses booting ke image file akan dimulai.

Selamat, anda telah memiliki mesin virtual dalam komputer anda.