Bookmark and Share

Posting ini diterjemahkan secara bebas dari How False Rumors Can Cost Lives oleh Kragen. Saya pikir posting ini perlu dibaca oleh sebanyak mungkin orang, sehingga saya putuskan untuk menterjemahkannya sebagai berikut:

Saya telah mengatakan menyebarkan berita burung pada waktu epidemi menyebabkan banyak kematian. Orang-orang menanyakan bagaimana.

Eksperimen Tuskegee

Biarkan saya menjelaskan bagaimana eksperimen Tuskegee menyebabkan kematian.
Sekelompok ilmuwan dari Layanan Kesehatan Masyarakan AS di Tuskegee merekrut sekelompok pasien dengan penyakit sifilis (Syphilis). Sebelum penisilin tersebar luas, perawatan sifilis cenderung menyebabkan kematian dan tidak bekerja dengan baik; mereka bereksperimen untuk melihat apakah orang lebih baik jika dibiarkan tanpa perawatan. Kemudian mereka mulai bereksperimen dengan menggunakan plasebo (obat yang tidak menimbulkan efek apapun), kepada 399 orang penderita sifilis.

Semua peserta dalam studi ini adalah orang kulit hitam. Ini, ditambah dengan rasisme terinstitusi di Amerika Serikat pada waktu itu, penting dengan kejadian berikut ini.

15 tahun kemudian, penisilin terbukti efektif, dan menjadi perawatan standar untuk sifilis. Peneliti seharusnya menghentikan percobaan ketika itu dan memberikan pasien-pasien mereka perawatan yang efektif; namun, dengan perjanjian AMA, CDC dan Universitas Tuskegee, mereka bebohong kepada pasien-pasien tersebut selama 25 tahun, sejalan dengan itu, para pasien terus menularkan pada istri-istri, anak-anak, mati muda, dan menjadi gila. Percobaan dihentikan tahun 1972, ketika press menemukan kenyataan ini; penyelidikan kongres dilakukan, dan riset kesehatan berubah secara total.

Eksperimen Tuskegee menyebabkan 140 kematian secara langsung. Melaporkannya mungkin menyelamatkan beberapa nyawa dengan menghentikan eksperimen lebih awal dari seharusnya, dan mungkin menyelamatkan ratusan lainnya dengan mencegah eksperimen lain yang tidak bermoral seperti ini.


Anda dapat memperoleh informasi lebih banyak dari artikel Wikipedia pada Tuskegee Experiment atau situs Tuskegee di CDC.


Namun pembunuhan 140 orang tersebut bukanlah inti cerita ini; ada jalan lain yang menyebabkan kematian lebih banyak.


Pada tahun 1991, sepuluh tahun sebelum pandemi AIDS, 97000 orang kulit putih di AS menderita AIDS, sedangkan pada populasi kulit hitam 51000 orang.Jika orang Afro-Amerika terinfeksi dengan kecepatan yang sama dengan orang kulit putih, hanya 21000 dari mereka yang akan terjangkit AIDSl maka ada lebih dari 30000 kasus dari yang diperkirakan dengan perawatan yang setara. Sebuah artikel tentang ini yang dipublikasikan pada American Journal of Public Health pada tahun 1991:


The Tuskegee Syphilis Study, 1932 to 1972: Implications for HIV Education and AIDS Risk Education Programs in the Black Community, by Stephen B. Thomas and Sandra Crouse Quinn. American Journal of Public Health, November 1991, Vol. 81, No. 11, pp. 1498–1504

Ternyata kebanyakan warga kulit hitam tidak mempercayai program kesehatan masyarakat pemerintah AS yang menyarankan penggunaan kondom, tidak hamil ketika positif HIV, dan mendistribusikan jarum bersih untuk para pecandu heroin dalam lingkungan mereka. Kenyataannya, banyak dari mereka bahwa HIV dan tindakan pencegahan kesehatan publik adalah usaha untuk memusnahkan warga kulit hitam. Eksperimen Tuskegee adalah bukti yang kuat bahwa hal semacam ini sanat mungkin – dan melalui departeman yang sama, menunjukkan bahwa orang-orangnya berbohong dan membunuh dan tidak dapat dipercaya.
Mungkin, beberapa sebab tingginya AIDS pada populasi kulit hitam disebabkan alasan lain: perawatan kesehatan yang lebih buruk, tingkat sunat yang lebih rendah, kemiskinan, apa saja. Namun sebagian adalah akibat langsung karena ketidak percayaan, anggap saja secara konservatif sepertiga dari penderita.
Hampir semua penderita AIDS tahun 1991 meninggal karenanya. Ketidakpercayaan menyebabkan kematian lebih dari sepuluh ribu penderita AIDS: mungkin seratus kali lebih banyak daripada kematian yang disebabkan secara langsung oleh eksperimen Tuskegee.
Ada masalah ketidakpercayaan serupa dengan perekrutan Afro-Amerika untuk percobaan klinik, penyumbangan organ, maupun penyumbangan sumsum tulang belakang.

Eksperimen pemikiran


Jadi biar saya ajukan sebuah alam semesta lain: di mana eksperimen Tuskegee tidak pernah terjadi, karena para peneliti memiliki standar etika yang lebih tinggi daripada alam semesta kita sendiri, atau mungkin karena sistem pengawasan yang lebih baik seperti yang dilaksanakan tahun 1972, setelah Tuskegee diketahui oleh umum.
Misalkan, di alam semesta lain ini, seseorang mengimajinasikan sebuah cerita eksperimen Tuskegee, dan menciptakan berita bohong yang dipercaya secara luas. Kemudian cerita ini menyebabkan level ketidakpercayaan yang serupa pada tahun 1980-an yang kemudian ada eksperimen Tuskegee yang benar-benar terjadi di alam kita. Maka dalam alam semesta tersebut, paling tidak lebih dari sepuluh ribu orang Afro-Amerika juga akan meninggal karena AIDS, seperti pada dunia nyata.
Dalam alam semesta itu, pencipta dan penyebar berita bohong akan bertanggung jawap untuk kematian sepuluh ribu orang yang tidak bersalah.

Flu


Mari kita kembali pada alam semesta kita lagi. Saat ini kita menghadapi penyebaran flu babi. Kelihatannya ini semua dimulai dalam sebuah peternakan babi yang sangat penuh di Veracruz. Saya perkirakan ada 40% kem
ungkinan ini akan menjadi pandemi, 59% menyebar kemudian menghilang seperti SARS, dan 1% kemungkinan terjadi sesuatu yang sangat berbeda. Ini adalah tingkat yang sangat kritis, dalam bulan depan atau bulan berikutnya, kedua hal tersebut mungkin terjadi.
Mungkin, seperti virus flu Fort Dix tahun 1976, tidak seberbahaya seperti pada virus-virus tahun 1968, 1957, dan 1918. Mungkin tidak ada kesempatan mejadi pandemi, apapun yang kita lakukan. Atau mungkin menjadi sangat menular (dan pada saat ini kita sangatlah mobile) dan akan terjadi pandemi global, apapun yang kta lakukan; kita
hanya dapat membuatnya tidak terlalu parah, bukan menghilangkannya dari manapun.
Bisa juga kita punya pengaruh, mungkin akan sangat menular pada beberapa tempat, dengan tindakan pencegahan yang tepat dapat menghilangkannya perlahan-lahan sebelum menyentuh sebagian besar populasi. Jika kita dapat menghentikannya, kita dapat menyelamatkan bukan hanya puluhan ribu jiwa yang meninggal sia-sia seperti pada epidemi AIDS di kalangan Afro-Amerika, tetapi jutaan atau puluhan juta jiwa.
Jika pandemik memungkinkan, tapi tidak terelakkan, tidak dapat dihentikan oleh aksi indivitual. Hanya dapat dilakukan oleh semua negara, bersatu, bertindak cepat untuk mengambil tindakan-tindakan pnecegahan: menggunakan masker wajah, mencuci tangan, tidak bersalaman, menggunakan gel sanitasi tangan beralkohol, pengelompokan sosial, para serdadu tidak terkonsentrasi di barak-barak, administrasi obat-obat antivirus seperti Tamiflu untuk mereka pada daerah yang terkena, karantina para pelancong dan orang-orang sakit, dan sebagainya. Mungkin penggunaan OX40-Ig atau eksperimen lain akan menghentikan flu dari menenggelamkan diri anda dalam plasma anda sendiri.
Di Amerika Serikat, ada sistem untuk tindakan terpadu dalam kesehatan publik. Ini tergantung pada pemerintah: CDC, PHS, FEMA, TSA, dan sebagainya. Mereka akan menentukan apa yang harus dilakukan; tidak ada sistem tentang kebebasan demokrasi dalam masalah ini. Namun ketika mereka menentukan pilihan, mereka tidak dapat mengimplementasikannya tanpa kepercayaan masyarakat.
Tentu saja, jika agen-agen pemerintah sangat buruk dan tidak peduli dengan kesejahteraan publik – terutama jika mereka ternyata malah memperparah masalah, seperti yang terjadi di New Orleans setelah badai Katrina – tidak ada harapan untuk tindakan yang menentukan.
Jika, pemerintah benar-benar mengambil tindakan yang efektif mengatasi pandemi flu, tidak seperti pada tahun 1976, tindakan mereka diperlukan dan cukup untuk mencegah flu menyebar. Tetapi bila banyak kabar burung, desas-desus yang mengatakan virus ini diciptakan dan dibuat dalam laboratorium pemerintah dan dilepaskan – tanpa fakta yang kuat, tanpa teori motivasi yang masuk akal dan tanpa penjelasan yang masuk akal pada bagaimana hal ini mungkin.
Jika orang-orang percaya pada kabar burung ini, pemerintah tidak akan mampu bertindak – dilumpuhkan oleh ketidakpercayaan publik.
Dan kabar burung akan membunuh jutaan, atau puluhan juta orang.

Tanggung jawab semua orang

Jadi, ketika anda mengirimkan sesuatu yang anda baca tentang flu, harap berhenti dan berpikir sejenak. Jangan meneruskan ide-ide spekulatif tentang konspirasi pemerintah pada teman-teman anda, atau ke seluruh dunia. Ketika sesorang menyatakan sebah pemikiran, pikirkan juga apakah itu masuk akal. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipikirkan. Saya mendapatkannya kebanyakan dari sebuah artikel dari Paul Joseph Watson dari InfoWars.com:

  • Apakah sebelum bahan-bahan ini dipublikasi telah diinvestigasi terlebih dulu? Misalkan, jika mereka menginterpretasikan sesuatu yang dikatakan oleh pejabat pemerintah, sudahkan mereka menanyakan pada kantor pejabat tersebut untuk klarifikasi?
  • Apakah ada kesalahan dasar pada fakta-faktanya? Misalkan, apakah “mencampurkan… virus dengan bahan vaksin secara kecelakaan adalah tidak mungkin”, atau mengatakan Tamiflu adalah “vaksin”? Jika anda tidak tahu apapun tentang ilmu sains, tanyakan pada seseorang yang tahu, atau periksa pada Wikipedia (Tidak sepenuhnya bisa dipercaya, tapi lebih baik dari kebanyakan koran).
  • Apakah mengkontradiksikan dengan hal-hal lain yang anda tahu? Misalkan, jika mengutip tanpa komentar “program untuk vaksinasi masal telah disiapkan”, padahal sitsu CDS dan New York Times mengkalim bahwa CDC telah membangun stok bibit, namun belum menentukan apakah akan membawanya pada pembuat vaksin, mungkin hanyalah omong kosong belaka.
  • apakah anda yakin bahwa orang ini (baik yang meneruskan maupun sumber aslinya) dapat diandalkan, pada masa lalu hasi penerusan atau tulisannya benar? atau keliru?
  • Apakah sumber aslinya disembunyikan? – misalnya, hanya nama orang, tanpa URL, alamat e-mail atau informasi kontak lain, atau hanya tanpa nama?
  • Apakah orang tersebut percaya pada teori-teori yang itdak mungkin, seperti kubus waktu, alien kadal yang mengontrol dunia, paham teori penciptaan, homeopati, ide bahwa vaksin tidak efektif dan konspirasi antar dokter untuk meracuni anak-anak, atau Barak Obama secara diam-diam adalah Muslim? Mungkin penilaian mereka tidaklah terlalu baik.
  • Apakah seseorang mengemukakan teori konspirasi tanpa mencari penjelasan motivasi-nya? Misalkan, mengemukakan bahwa virus flu yang bisa menyebabkan pandemi global adalah senjata biologis – meskipun bahkan akan melenyapkan teman-teman dan keluarga dari perancangnya – bukanlah teori konspirasi yang kredibel, kecuali anda juga menyatakan para perancangnya cenderung bunuh diri secara kolektif.
  • Apakah orang tersebut menyatakan teori konspirasi yang akan sulit untuk dirahasiakan? Misalkan, konspirasi yang melibatkan lusinan pejabat publik resmi dari berbagai negara yang bermusuhan secara politik, mungkin akan ketahuan dengan cepat.
  • Apakah mereka gagal pada percobaan standar kemungkinan sikap manusia? Misal, dengan pilihan antara penjelasa bahwa beberapa teknisi lab melompati beberapa prosedur keamanan ketika membuat vaksin flu, dan penjelasannya adalah manajemen tingkat atas yang jahat, menginstruksikan teknisi lab yang jahat untuk menciptakan campuran virus flu mematikan dan menjualnya sebagai vaksin, mungkin akan membunuh jutaan orang (termasuk keluarga dari manajeme dan teknisi lab) dalam pandemi flu global untuk menjual vaksin flu lebih banyak.
  • Apakah mereka gagal menghubungkan sumber-sumber mereka agar tak dapat ditemukan kesalahan, terutama jika sumber-sumbernya sudah dipublikasikan?
  • Apakah mereka kadang-kadang menunjuk pada informasi yang tidak relevan untuk mendukung teorinya? Mungkin mereka di batas-batas gila dan berjuang untuk membedakan pemikiran koheren, atau mereka berpikir anda cukup bodoh dan dapat di”silau”kan dengan banyak kata-kata.
  • Apakah anda pikir meneruskan sesuatu termasuk permintaan bahwa anda harus meneruskannya, karena mendesak? Mungkin material ini diteruskan pada anda karena material ini sendiri. Yang sering “Tolong teruskan jangan berhenti” (baik dari Twitter, Yahoo Messenger, E-mail, Micorosft Live Messenger, Facebook, dll).
  • Apakah material ini sangat emosional, seperti, kemarahan yang sangat? Mungkin orang yang menuliskannya tahu bahwa ini tidak akan diteruskan banyak jika harus bertahan pada dasar-dasar logis. (beberapa material hanya sangat emosional, namun penulis yang bertanggungjawab akan mengusahakan agar tidak terlalu mempengaruhi dan anda dapat menilai sendiri, apakah benar.)
  • apakah orang yang menuliskan informasi ini memiliki maksud lain dalam distribusi ini – misalkan, mereka memiliki situs yang dipenuhi oleh banner iklan, hidup sebagai penulis, atau menjual video atau buku-buku yang dipublikasikan sendiri di situs web-nya? Apakah mereka telah menghabiskan banyak upaya untuk mempromosikan diri mereka?
  • Jika ini terbukti salah, akankan ini melukai seseorang? Tidak terlalu buruk untuk menruskan foto kucing yang ternyata palsu, tetapi dalam beberapa kasus, akan merusakkan reputasi beberapa orang tak berdosa (yang dapat menuntut anda untuk pencemaran nama baik, tetapi mungkin itdak aakn), dan yang paling buruk menyebabkan kematian ratusan juta orang.

Jika beberapa point ini muncul dalam postingan suatu berita, jangan hanya meneruskan berita ini. Periksa dulu lebih jauh!
Oleh Kragen Javier Sitaker, Aslinya diposting di kragen-tol April 2009. Diterjemahkan secara bebas oleh Danu.